Standar Audit Lengkap Dengan Penjelasannya, Untuk Si Calon Auditor Hebat!

Ketika bercita-cita menjadi seorang auditor, tentunya ingin menjadi auditor yang hebat dan handal dalam menjalankan tugas. Namun sebelum menjalankan tugas tersebut, anda harus mengetahui tentang standar audit yang berlaku di negara tempat anda bekerja, khususnya di Indonesia. Jika anda belum tahu, berikut informasi menarik untuk anda sebagai persiapan untuk menjadi auditor handal!

Standar Auditing dan Penjelasannya Secara Lengkap

Standar AuditStandar audit adalah ketentuan yang harus dijalankan oleh akuntan publik selama yang bersangkutan menjalankan tugas auditnya. Terdapat 3 bagian berbeda, yaitu standar umum, standar pekerjaan lapangan dan standar pelaporan.

Standar Pelaporan

Standar pelaporan adalah teknik atau cara penulisan laporan yang harus dipahami oleh akuntan dalam menjalankan tugasnya. Dalam standar pelaporan audit ini memiliki 4 bagian khusus, yaitu

  1. Laporan audit harus dijelaskan apakah laporan keuangan telah disusun dengan prinsip akuntansi umum yang berlaku.
  2. Penjelasan informasi yang ada dalam laporan keuangan harus dipandang memadai dan layak, kecuali jika dinyatakan lain atau berbeda dalam laporan audit.
  3. Laporan dari auditor harus menjelaskan tentang kesalahan atau ketidak konsistenan dalam penerapan standar keuangan ketika melakukan pelaporan keuangan. (JIKA ADA) Dan pelaporan pada tahun berjalan ini akan dilakukan dan disesuaikan dengan pelaporan keuangan dengan standar audit pada periode yang sebelumnya.
  4. Laporan yang dibuat oleh auditor pun diharuskan memuat suatu peryataan atau pendapat mengenai laporan keuangan secara keseluruhan. Atau dapat dikatakan, laporan yang disampaikan oleh akuntan harus dijelaskan secara detail.

Standar Umum

Bagian ini akan menjelaskan tentang hal-hal umum yang harus dimilikki oleh seorang akuntan. Terdapat tiga poin standar umum yang harus anda ketahui, berikut informasi lengkapnya.
1. Cermat
Seorang akuntan diwajibkan untuk menggunakan kecermatannya secara seksama dalam menjalankan tugasnya. Sehingga dalam menjalankan tugasnya, tidak akan terjadi kesalahan dalam proses audit serta penulisan laporan.
2. Sikap Mental
Tidak hanya cermat, terdapat hal lain yang harus diperhatikan oleh calon akuntan sebelum turun langsung menjalankan tugas. Hal tersebut adalah menjaga sikap mental. Sikap mental yang dimaksudkan adalah independensi atau keobyektifan dalam segala hal perikatan.
3. Cukup Pelatihan Teknis
Hal terakhir yang harus dimilikki oleh calon auditor adalah banyaknya pelatihan yang telah dijalankannya sebagai penunjang dalam menjalankan tugas. Telah menjalani pelatihan teknis dan memiliki keahlian, telah cukup membuktikan bahwa anda layak untuk menjalankan tugas audit pada perusahaan atau instansi.

Standar Pekerjaan Lapangan

Hal terakhir dari standar audit adalah standar pekerjaan lapangan. Pada bagian ini terdapat tiga bagian penting, bagian-bagian tersebut adalah
1) Lakukan Pekerjaan Sebaik-baiknya
Selayaknya pekerjaan lain, pekerjaan sebagai audit, harus dilakukan dengan sebaik-baiknya. Dan jika memang anda membutuhkan seorang asisten, anda harus melakukan supervisi pada asisten tersebut.
2) Bukti Audit yang Kuat
Dalam melakukan tugas sebagai seorang auditor atau akuntan, penting untuk mendapatkan bukti-bukti yang kompenten sebelum menyampaikan pernyataan standar keuangan. Bukti yang dimaksudkan dapat berupa inspeksi, pengamatan langsung, permintaan keterangan dan konfirmasi.
3) Pemahaman yang Memadai
Sebelum melakukan pengauditan, sebagai seorang auditor abpnda diharuskan untuk mengendalikan lokasi lapangan. Sehingga anda dapat merencanakan audit dan menentukan sifat, waktu dan lingkup pengujian atau test yang akan dilakukan.

Sudah cukup paham bukan dengan poin-poin di atas? Jika iya berarti anda sudah cukup siap untuk menjadi calon auditor atau akuntan terbaik. Namun jika belum, anda dapat memperdalam ilmu tentang standar audit tersebut melalui buku-buku yang banyak beredar dipasaran.

Discussion

  1. Wadiyo

Leave a Reply