Perkembangan Akuntansi di Indonesia dari Masa Kolonial Hingga Saat Ini

Perkembangan akuntansi di Indonesia dipengaruhi banyak faktor termasuk dalam hal ekonomi dan politik yang membuatnya mengalami pasang surut dalam perkembangannya. Salah stau yang paling berpengaruh juga pergantian Presiden atau kepemimpinan yang mempunyai rencana berbeda satu sama lain. Pergantiaan ini tentunya akan mempengaruhi model ekonomi dan akan berdampak pada perkembangan akuntansi. Perkembangan akuntansi keuangan di Indonesia akan dibahas dengan memulai dari sejarah akuuntansi di Indonesia.

Sejarah Perkembangan Akuntansi di Indonesia

Perkembangan Akuntansi Di Indonesia

Sejarah Awal Akuntansi di Indonesia

Di era penjajahan Belanda kita sudah bisa menjumpai praktik akuntansi yang diterapkan di Indonesia. Belanda saat itu menggunakan double-entry book keeping yang dilakukan oleh Amphioen Socitey. Di saat tanam paksa dihapuskan oleh Belanda, banyak yang menanamkan modal sehingga dibutuhkan tenaga audit yang dlakukan oleh akuntan Inggris dan Belanda.

Baca Juga Info tentang Jenis Laporan Keuangan Menurut Psak yang SAH

Kemudian, KAP (Kantor Akuntan Publik) yang pertama berdiri di Indonesia adalah Frese dan Hogeweg di tahun 1918 dan terus bertambah seiring dengan tahun berjalan. Orang Indonesia tidak diperbolehkan bekerja di Akuntan publik, dan akhirnya pada tahun 1929 JD Massie menjadi orang Indonesia pertama yang bekerja di kantor akuntan publik. Sampai era pasca kemerdekaan, model akuntansi Belanda masih digunakan sebelum berpindah ke model akuntansi Amerika.

Perkembangan Studi Akuntansi di Universitas di Indonesia

Pembukaan jurusan akuntansi semakin berkembang di banyak universitas. Termasuk di Universitas Indonesia yakni pada tahun 1952, Institut Ilmu Keuangan (yang kini menjadi STAN) di tahun 1990, Universitas Sumatera Utara, Universitas Airlangga dan Universitas Padjajaran di tahun 1960, kemudian Universitas Gadjah Mada di tahun 1964. Lama kita berkutat pada model akuntansi Amerika, akhirnya pada bulan September 1994, pemerintah melalui IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) mengadopsi standar akuntansi keuangan yang disebut PSAK.

Perkembangan Profesi Akuntansi di Indonesia

Sejarah didirikannya IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) karena kantor akuntan publik milik orang Belanda tidak mau menerima lulusan akuntansi pertama dari Universitas Indonesia. Lalu, akuntan lulusan Universitas Indonesia itu bersama dengan akuntan lulusan dari Universitas di Belanda mendirikan IAI tepatnya di tanggal 23 Desember 2017.
Kemudian muncul Undang-Undang NO. 34 Th. 1954 yang mencanangkan tentang Pemakaian Gelar Akuntan yang menjadi fondasi bagi lulusan akuntansi di universitas lokal. Krisis keuangan di Asia yang terjadi pada 1997 membuat banyak perusahaan dan Bank di Indonesia gulung tikar. Penyebab kebangkrutan salah satunya karena mendapatkan Opini Wajar Tanpa Pengecualian dari kantor akuntan publik. Dari sinilah profesi Akuntansi mulai menjadi perhatian.

Penyusunan Standar Akuntansi

Ada 5 steps dalam penyusunan standar akuntansi yang baik. Yang pertama adalah Design, hal ini mengemukakan tentang aspek akuntansi tertentu yang ditelitit dan diidentifikasi. Yang kedua adalah Approval, direview apakah layak untuk standar, kemudian Implementation, bagaimana standar tersebut diterapkan dalam perusahaan, yang terakhir Enforcement yaitu pengawasan dan pemberian sanksi.

Simak Juga Artikel Tentang Perbedaan Akuntansi Forensik Dan Audit Investigatif

Pada dasarnya, penyusunan standar akuntansi indonesia mengacu pada American model dengan beberapa modifikasi. DSAK atau Dewan Standar Akuntansi Keuangan mengemukakan bahwa ada 8 tahap dalam penyusunan standar. 8 standar tersebut yakni, Issue Identification, Preliminary Consideration, Preparation of Accounting Discussion Paper, Preparation of Exposure Draft, Publication of Exposure Draft, Public Hearings.

Bisa disimpulkan bahwa perkembangan akuntansi di Indonesia terbilang cukup baik. Kita bisa membangun standar kita sendiri tanpa harus bergantung pada model Belanda atau Amerika seutuhnya. Namun, akuntansi di Indonesia akan terus mengalami perubahan selama lingkungan politik dan ekonomi juga berubah. Semua organisasi membutuhkan akuntansi sehingga sekecil apapun perubahan akan memberikan dampak keseluruhan pada pembangunan di Indonesia. Untuk mempelajari Materi akuntansi lebih dalam silahkan simak di situs Akuntansi Pendidik.

Leave a Reply