Pengertian Jurnal Penyesuaian Dalam Akuntansi yang Benar

Dalam Akuntansi kita akan mengenal beberapa jenis jurnal diantaranya yaitu Jurnal umum, jurnal khusus, jurnal penyesuaian, jurnal penutup dan jurnal pembalik. Nah yang akan kita bahas disini yaitu jurnal penyesuaian.

Pengertian Jurnal Penyesuaian (adjusting entries) yaitu jurnal yang dibuat dengan tujuan untuk melakukan penyesuaian terhadap beberapa akun yang saldonya tidak menunjukan saldo yang sebenarnya sampai dengan akhir periode akuntansi.

Jurnal penyesuaian akan dibuat setiap akhir periode akuntansi. Jurnal Penyesuian wajib dibuat karena hampir setiap periode akuntansi pasti ada akun-akun yang belum sesuai saldonya sampai dengan akhir periode akuntansi.

Tujuan Jurnal Penyesuaian Dalam Akuntansi

Pengertian jurnal penyesuianMungkin sebagian dari anda bertanya mengapa harus membuat jurnal penyesuaian? Nah, pada dasarnya pertanyaan ini sudah bisa terjawab jika anda memahami pengertian jurnal penyesuaian. Jadi sahabat, kita wajib membuat jurnal penyesuian tidak lain karena agar semua saldo – saldo akun yang akan dilaporkan dalam laporan keuangan menunjukan saldo yang sesuai dengan kondisi rill yang terjadi dalam perusahaan.

Akun – Akun yang perlu disesuaikan pada akhir periode dan wajib dibuatkan jurnal penyesuaian diantaranya yaitu akun perlengkapan, akun peralatan, akun pendapatan yang masih harus diterima, akun beban yang masih harus diterima, pendapatan diterima di muka dan beban dibayar di muka.

Nah, Keenam akun tersebut merupakan beberapa jenis akun yang wajib disesuaikan setiap akhir periode karena akun-akun tersebut saldonya tidak sesuai sampai dengan akhir periode.

Misalnya saja akun perlengkapan, saya contohkan begini :

Info saat Pembelian :
Pada tanggal 10 Februari 2018 Usaha Jahit Usman membeli perlengkapan jahit senilai Rp 1000.000 secara tunai.
Info di akhir Periode :
Pada akhir periode 28 februari 2018 perlengkapan yang tersisa hanya Rp 300.000.

Nah, saat pembelian perlengkapan maka tentu kita akan mencatat kedalam jurnal umum posisi debit Rp 1000.000 dan posisi kredit Rp 1000.000.

Pencatatan perlengkapan dalam jurnal umum, selanjutnya diposting ke buku besar dengan nilai saldo perlengkapan posisi debit Rp 1000.000. Selanjutnya disusunlah neraca saldo pada akhir periode, seperti yang kita ketahui bahwa sumber penyusunan neraca saldo yaitu buku besar, jadi saat membuat neraca saldo maka akan dicatat Nilai Saldo Perlengkapan Rp 1000.000.

Simak Juga Cara Membuat Neraca Saldo Langkah demi Langkah

Pertanyaannya, sudah benarkah kalau kita membuat laporan keuangan dengan menyajikan saldo perlengkapan Rp 1000.000??

Jawabannya tentu saja “tidak benar “, Jadi sahabat, perlengkapan merupakan barang yang dibeli oleh perusahaan dengan tujuan untuk dipakai dalam operasional perusahaan, sehingga saldo perlengkapan saat dibeli akan berkurang sampai dengan akhir periode karena perlengkapan tersebut pasti telah digunakan perusahaan untuk operasional usahanya.

Akibat dari pemakaian perlengkapan maka saldo perlengkapan 1000.000 yang telah dicatat perusahaan sudah tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya sampai akhir periode.

Jadi, Solusinya yaitu dengan membuat jurnal penyesuian agar saldo perlengkapan menunjukan saldo sebenarnya yaitu sesuai saldo yang tersisa sampai akhir periode sebesar Rp 300.000.

Sampai disini apakah anda sudah paham pengertian jurnal penyesuian? Dan apakah anda sudah paham mengapa harus dibuat jurnal penyesuian? Jika sudah berarti tujuan dibuat artikel ini sudah tersampaikan ke anda, jika belum silahkan sampaikan kesulitan anda dalam komentar dibawah ini.

Leave a Reply