Pajak Atas THR: Penjelasan dan Contoh Perhitungannya

Tunjangan Hari Raya atau yang biasa disebut dengan THR merupakan salah satu insentif bonus dalam perusahaan yang ditunggu-tunggu karyawan. Tunjangan ini diberikan pada saat menjelang hari raya suatu agama ataupun bonus pada akhir tahun sebagai bentuk apresiasi. Tidak dipungkiri bahwa Pajak THR juga dikenakan pada jenis bonus satu ini. Hal ini patut kita perhatikan dan akan dijabarkan lebih lanjut dibawah ini. Perlu diingat bahwa Anda harus memiliki NPWP bagi yang belum membuatnya, karena pembayaran pajak akan lebih besar jika Anda tidak memiliki NPWP.

Penjelasan dan Cara Menghitung Pajak THR

Pajak ThrDalam menghitung pajak yang dikenai untuk THR, Anda terlebih dahulu harus mengetahui gaji Anda yang diakumulasikan dalam kurun waktu satu tahun. Prosedurnya adalah dengan menghitung jumlah gaji Anda dikalikan 12 (1 tahun) untuk mendapat gaji selama setahun. Kemudian, hitung PTKP dan PKP nya untuk mendapatkan PPh 21 terutang. Setelahnya, Anda menghitung kembali dengan cara yang sama kali ini dengan ditambah oleh jumlah THR. Maka anda akan mendapatkan hasil akhir dengan menghitung selisih kedua hasil tersebut.

Baca Juga Info tentang Pajak Jual Beli Tanah UPDATE

Contoh Soal Pajak THR

Bapak Mario bekerja di Perusahaan Logistik dengan penghasilan 7,5 Juta perbulannya. Menjelang hari raya lebaran, ia mendapat THR dari perusahaan sebesar 7 juta rupiah. Bapak Mario memiliki istri yang bekerja sebagai ibu rumah dengan 2 tanggungan anak yang masih sekolah. Berapa pajak penghasilan atas Bapak Mario? Dan berapa Pajak Atas THR bapak Mario?

Jawaban Pajak Atas THR

PPh:
Penghasilan Bruto : 12 x Rp 7.500.000 = Rp 90.000.000
Biaya Jabatan : 5% x Rp 90.000.000= Rp 4.500.000
Penghasilan bersih/Netto : Rp 90.000.000 – Rp 4.500.000 = Rp 85.500.000
PTKP : Menikah dan istri tidak bekerja, memiliki 2 tanggungan anak. (K/2)
Total PTKP : Rp 67.500.000
PKP (Penghasilan Kena Pajak) : Rp 85.500.000 – Rp 67.500.000
= Rp 18.000.000
PPh Terutang : 5 % x Rp 18.000.000 = Rp 900.000
Jadi, Pajak Penghasilan bapak Mario terutang selama setahun sebesar Rp 900.000.
Pajak Atas THR :
Gaji 1 Tahun : 12 x Rp 7.500.000 = Rp 90.000.000
THR : Rp 7.000.000
Penghasilan Bruto : Rp 90.000.000 + Rp 7.000.000 = Rp 97.000.000
Biaya Jabatan : 5% x Rp 97.000.000 = Rp 4.850.000
Penghasilan bersih/netto : Rp 97.000.000 – Rp 4.850.000 = Rp 92.150.000
PTKP : Menikah dan istri tidak bekerja, memiliki 2 tanggungan anak. (K/2)
Total PTKP : Rp 67.500.000
PKP (Penghasilan kena Pajak) : Rp 92.150.000 – Rp 67.500.000
= Rp 24.650.000
PPh terhutang : 5 % x Rp 24.650.000 = Rp 1.232.500
Jumlah PPh terutang bapak Mario sejumlah Rp 1.232.500 setahun. Untuk perhitungan sebelumnya PPh 21 bapak Mario atas penghasilan saja sejumlah Rp 900.000. untuk menghitung pajak THR nya yaitu:
Rp 1.232.500 – Rp 900.000 = Rp 332.500.
Jadi, jumlah pajak THR terutang Bapak Mario adalah Rp 332.500.

Simak Juga Artikel Tentang Sistem Perpajakan Di Indonesia LENGKAP

Kesimpulan Pajak Atas THR

THR atau Tunjangan Hari Raya merupakan bonus yang diberikan perusahaan yang juga terdapat penghasilan yang ditanggung oleh karyawan yang mendapatkan. Namun ada kemungkinan bahwa Anda tidak dipotong Pajak THR. Jika perusahaan sudah menanggug pajak THR maka Anda akan terbebas dari tanggungan potongan pajak THR. Membayar pajak sudah menjadi kewajiban kita sebagai warga negara yang ikut berkontribusi pada pembangunan bangsa.

Apabila Saudara Membutuhkan Jasa akuntansi, jasa pembukuan, jasa auditing, atau jasa perpajakan silahkan hubungi kami melalui kotak yang tertera dalam situs www.jasakonsultanakuntansi.com ini di bagian menu atas, kami siap menjadi partnert bisnis yang solid untuk anda.</blockqu

Leave a Reply