Pentingnya Laporan keuangan menurut SAK ETAP Untuk UKM

Di dalam suatu organisasi, laporan keuangan sangat diperlukan untuk melihat kinerja dan performa organisasi atau perusahaan dan untuk acuan pengambilan keputusan. Akuntansi sendiri memiliki beberapa standar yang dipatuhi untuk laporan keungan seperti laporan keuangan menurut SAK ETAP. Secara ringkas, laporan keuangan SAK ETAP diperuntukkan bagi mereka yang tidak memperjualkan sahamnya di pasar modal atau usaha-usaha kecil dan menengah atau bisa dikatakan untuk tujuan umum. SAK-ETAP memiliki beberapa poin ketentuan dan penjelasannya sendiri sebagai salah satu standar akuntansi dari lembaga resmi.

Pengertian Laporan Keuangan Menurut SAK ETAP

Laporan Keuangan Menurut Sak Etap1. Pengertian SAK ETAP (Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik)

SAK ETAP merupakan suatu standar akuntansi yang ditujukan untuk suatu badan yang tidak memiliki akuntabilitas publik yang signifikan dalam pelaporan keuangan dan dimaksudkan agar semua badan usaha yang menyusun laporan keuangan mematuhi dan sesuai dengan standar yang telah dibuat. Tidak memiliki akuntabilitas publik yang signifikan artinya entitas tidak mengajukan pernyataan pendaftaran pada otoritas pasar modal atau lainnya yang menerbitkan efek di pasar modal, kemudian entitas juga tidak menguasai aset dalam kapasitas sebagai fidusia (Pengalihan hak kepemilikan suatu barang dimana hak kepemilikan masih dalam kekuasaan pemilik benda tsb.) untuk kelompok besar masyarakat seperti entitas asuransi, pialang efek, bank, reksa dana, dan bank investasi.

Simak Juga Artikel Tentang Laporan Keuangan Yang Sudah Diaudit

2. Penyederhanaan SAK ETAP dari SAK IFRS (International Financing Reporting Standards)

Penyederhanaan laporan keuangan menurut SAK ETAP itu sendiri meliputi, tidak adanya laporan laba rugi yang komprehensif atau laporan keuangan yang menunjukan performa perusahaan pada suatu periode tertentu, untuk penilaian aset tetap; aset tidak berwujud; dan properti investasi setelah tanggal perolehan hanya menggunakan harga perolehan dengan ditiadakannya penggunaan nilai wajar revaluasi dan nilai wajar, lalu tidak adanya pengakuan liabilitas juga aset pajak tangguhan karena besarnya beban pajak diakui sebesar jumlah pajak yang menurut ketentuan pajak, badan usaha dengan menggunakan SAK ETAP diharapkan dapat melakukan laporan audit tanpa bantuan pihak lain.

3. Penyajian dan Pelaporan Laporan keuangan menurut SAK ETAP

Dasar pengukuran laporan keungan menurut SAK ETAP adalah biaya historis dan nilai wajar, untuk komponen laporan keuangannya meliputi Laporan Posisi Keuangan, Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Ekuitas, Laporan Arus Kas dan CALK (Catatan atas laporan keuangan). Biaya historis adalah kas atau setara kas yang dibayarkan untuk memperoleh aset pada saat perolehan. Laporan Posisi Keuangan dihasilkan dari suatu periode tertentu yang menunjukkan posisi keuangan perusahaan pada akhir periode akuntansi. Laporan Laba Rugi memberikan informasi mengenai hubungan antara beban dan penghasilan dari suatu entitas. Ukuran kinerja biasanya di lihat melalui laba, atau pengukuran lainnya seperti tingkat pengembalian investasi dan besarnya laba persaham.

Laporan Perubahan Ekuitas mencakup seluruh perubahan yang terjadi dalam ekuitas untuk periode tertentu dengan termasuk pendapatan dan beban yang diakuii secara langsung. Lalu perubahan ekuitas lainnya seperti jumlah investasi, perhitungan dividen dan distribusi lainnya ke pemilik ekuitas untuk kurun waktu satu periode. Laporan Arus Kas dan CALK meliputi informasi perubahan arus kas selama satu periode dan Catatan atas laporan keuagan yang menyajikan informasi tentang penjelasan naratif atau secara rinci jumlah yang disajikan dalam laporan keuangan, dan akun lain yang tidak memenuhi kriteria pengakuan.

Baca Juga Artikel Lainnya tentang Laporan Keuangan Menurut Psak

Laporan keuangan menurut SAK ETAP memang ditujukan untuk usaha kecil dan menengah, namun juga tidak menutup kemungkinan untuk pengusaha UKM yang belum memahami konsepnya. Apabila SAK ETAP sudah berjalan efektif, UKM tidak perlu membuat laporan leuangan menggunakan PSAK umum yang lebih sulit dan kompleks dari SAK ETAP. Sebagai rangkuman, ruang lingkup untuk SAK ETAP adalah digunakan oleh entitas tanpa akuntabilitas publik yang berarti idak menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum dan tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan.

Apabila Saudara Membutuhkan Jasa akuntansi, jasa pembukuan, jasa auditing, atau jasa perpajakan silahkan hubungi kami melalui kontak yang tertera dalam situs www.jasakonsultanakuntansi.com ini di bagian menu atas, kami siap menjadi partnert bisnis yang solid untuk anda.

Leave a Reply