Akuntansi Murabahah dan Penjelasannya Sebagai Bagian dari Lembaga Keuangan Islam

Murabahah didefinisikan oleh Fuqaha (ahli hukum) sebagai penjualan barang dengan harga plus keuntungan yang telah disepakati. Akuntansi murabahah memiliki karakteristik bahwa “penjual seharusnya menginformasikan kepada pembeli tentang harga dimana dia membeli produk tersebut dan menetapkan sejumlah keuntungan”. Pedoman akuntansi murabahah diatur dalam PSAK 102 yang menggantikan PSAK 59 tentang Akuntansi Perbankan Syariah.

Pengertian Akuntansi murabahah

Akuntansi Murabahah

Pengenalan Pada Akuntansi Murabahah

Ketika sebuah bisnis ingin membeli aset, mereka memiliki empat pilihan: Membayar uang tunai, mendapatkan kredit dari vendor, mendapatkan pinjaman untuk membeli aset, dan mendapatkan pembiayaan islami. Dalam pembelian konvensional, pembeli biasanya membayar deposit ke vendor dan sisanya melalui pinjaman atau sewa. Barang yang dibeli dibayar secara mencicil sudah termasuk dengan bunga secara berkala. Jika pembeli pergi ke LKI (Lembaga Keuangan Islam) ada beberapa pilihan pembayaran.

Simak Juga Artikel Tentang Akuntansi Mudharabah dari perspektif ISLAM

Didalam LKI terdapat beberapa opsi yakni, Murabahah, musyarakah mutanaqissa, ijarah muntahi bitamlik dan lainnya. Kita bisa mendefinisikan kembali murabahah sebagai penjualan dimana bank syariah menginformasikan kepada pelanggan tentang biaya dan keuntungan yang dimilikinya. Transaksi dan harga jual dilunasi dengan angsuran selama periode waktu yang telah disepakati bersama.

Transaksi Akuntansi Murabahah

Terdapat 3 hal pokok dalam transaksi murabahah. Yang pertama, bank membeli barang untuk penjualan murabahah dari penjual, bank melakukan kontrak murabahah dengan pelanggan, pelanggan membayar bank secara menyicil. Terhadap order pembelian, murabahah merupakan transaksi diana dua pihak atau lebih bernegosiasi dan berjanji satu sama lain untuk melakukan kesepakatan pembelian.
Langkah-langkahnya yakni, pelanggan memesan kepada bank untuk membeli barang, yang dijanjikannya (bisa terikat maupun tidak terikat). Kemudian bank akan membeli dan membayar barang dari penjual, bank melaksanakan kontrak penjualan murabahah kepada nasabah dan memberikan barang. Yang terakhir, nasabah membayar barang secara angsuran kepada bank.

Aturan, Prinsip dan Kompleksitas di Murabahah

Dalam prinsip murabahah, perjanjian dalam pemesanan pembelian atau order bisa mengikat atau tidak mengikat. Keduanya masih diperdebatkan dalam konsep syariah. Satu kelompok ilmuwan beranggapan bahwa seharusnya tidak mengikat karena; Bank tidak dapat menjual apa yang tidak dimiliki, barang bisa rusak atau tidak dibutuhkan saat dikirim. Namun hal ini cukup beresiko pada bank syariah. Mungkin diperlukan deposit dari calon pelanggan ke bank untuk memastikan keseriusannya.

Pengukuran Pembiayaan Aset Murabahah

Setelah akuisisi aset, jika dengan kewajiban aset harus diukur dengan biaya historis lebih rendah. Jika tanpa kewajiban, aset harus diukur setara nilai kas. Penyisihan harus mencerminkan penurunan antara biaya perolehan dan nilai setara kas. Setelah membiayai pelanggan, piutang murabaha harus dicatat oleh bank pada nilai nominal yang setara kas kemudian dikurangi doubtful debts. Untuk pengakuan pendapatan aset murabahah, keuntungan diakui pada saat kontrak untuk transaksi tunai atau kredit tidak melebihi periode keuangan saat ini.

Jika periode kredit lebih besar dari satu periode keuangan dengan cicilan tunggal atau beberapa cicilan, maka metodenya mengunakan dasar akrual dan dasar kas. Metode dasar akrual mengakui keuntungan berdasarkan alokasi proporsional sebesar keuntungan, apakah uang diterima atau tidak. Metode dasar kas mengakui laba pada saat pembayaran diterima.

Baca Juga Info tentang Penjelasan Akuntansi Sebagai Sistem Informasi LENGKAP

Bisa disimpulkan bahwa akuntansi murabahah merupakan sebuah transaksi perdagangan dengan perlakuan akuntansi tetapi memiliki pengecualian tertentu. Terdapat dua hal pokok dalam murabahah yakni, janji/pengikatan yang dikeluarkan oleh satu pihak dengan mengikat hukum agama pada individu yang membuatnya. Lalu hak pilihan yang merupakan hak pemesan atau pihak yang melakukan kontrak untuk melanjutkan eksekusi penjualan.

Apabila Saudara Membutuhkan Jasa akuntansi, jasa pembukuan, jasa auditing, atau jasa perpajakan silahkan hubungi kami melalui kontak yang tertera dalam situs www.jasakonsultanakuntansi.com ini di bagian menu atas, kami siap menjadi partnert bisnis yang solid untuk anda.

Leave a Reply