Akuntansi forensik dan audit investigatif Yang Memiliki Arti Berbeda

Akuntansi forensik dan audit investigatif menjadi istilah yang cukup familiar. Audit forensik emiliki lingkup arti yang luas, umumnya menggambarkan berbagai macam pekerjaan investigasi yang diminta oleh Akuntan. Audit investigatif dan akuntansi forensik merupakan pekerjaan yang melibatkan penyelidikan terhadap hal-hal yang berkaitan dengan keuangan suatu entitas. Hal ini sering dikaitkan dengan dugaan tindakan penipuan. Dua topik ini sangat menarik untuk dibahas.

Perbedaan Akuntansi Forensik dan Audit Investigatif

Akuntansi forensik dan audit investigatif

Akuntansi Forensik dan Penjelasannya

Akuntansi forensik menggunakan skill akuntansi, audit dan ketrampilan investigasi untuk melakukan pemeriksaan terhadap laporan keuangan perusahaan. Tidak hanya soal angka, akuntan forensik dilatih untuk melihat lebih dari sekedar ‘angka’ dan memberikan analisis akuntansi yang sesuai dengan keadilan/standar. Dalam kasus penipuan, akuntansi forensik sangat dibutuhkan.

Simak Juga Artikel Tentang Audit Kecurangan

Akuntan forensik menganalisis, menafsirkan dan meringkas masalah keuangan dan bisnis yang kompleks. Mereka dapat dipekerjakan oleh perusahaan asuransi, bank, polisi, instansi pemerintah atau perusahaan akuntan publik. Akuntan forensik mengumpulkan bukti keuangan, mengembangkan aplikasi komputer untuk mengelola informasi yang dikumpulkan dan mengkomunikasikan penemuan mereka dalam bentuk laporan atau presentasi.

Tujuan dan Komponen Akuntansi Forensik

Akuntansi forensik dirancang untuk digunakan di pengadilan dan seringkali menjadi saksi ahli. Tidak hanya menyelidiki kecurangan, namun juga mencakup banyak pekerjaan akuntansi lainnya yang dirancang untuk mendukung tindak hukum. Seperti contohnya: Perselisihan dengan mantan karyawan karena tuduhan ketidakmampuan dalam bekerja, meringkas transaksi keuangan yang rumit, bahkan menilai bisnis yang dijalankan oleh keluarga yang bercerai.

Pengertian Audit

Audit merupakan tes dan prosedur yang dilakukan dengan standar auditing yang berlaku secara umum. Standar tersebut mengharuskan auditor merencanakan dan melaksanakan audit agar mendapat keyakinan bahwa laporan keuangan bebas dari kesalahan. Komponen dari audit sendiri meliputi pemeriksaan, pengujian, bukti yang mendukung untuk laporan keuangan. Audit juga mencakup penilaian berdasarkan prinsip atau standar akuntansi. Selain itu juga penilaian terhapad penyajian laporan keuangan keseluruhan.

Tujuan audit adalah untuk memberikan pendapat atas laporan keuangan dalam suatu periode tertentu. Pendapat tersebut berupa paragraf penjelasan. Pada dasarnya tujuan audit bukan untuk mendeteksi kecurangan namun untuk memastikan bahwa laporan keuangan bebas dari salah penyajian materi laporan keuangan.

Audit Investigatif Yang Bukan Sekedar Audit

Audit investigasi merupakan bagian dari manajemen kontrol yang berada di dalam lingkup internal audit. Dilihat dari tata cara pemeriksaan dan sifat pemeriksaannya, aufit investigasi lebih dikenal dengan sebutan fraud audit atau pemeriksa kecurangan. Fraud audit merupakan kombinasi audit forensik atau uji semua materi secara menyeluruh dengan teknik internal audit.

Menurut metodologi audit internal, auditor kecurangan dapat melakukan pengujian atau pemeriksaan yang berkaitan dengan subyek atau prosedur kerja dimana kecurangan di asumsikan terjadi dan orang – orang yang terlibat di dalamnya. Dibutuhkan banyak ilmu termasuki wawancara, pengujian materi, teori penunjang, dan lainnya bagi auditor kecurangan.

Bila tidak memiliki pengetahuan dan pengalaman yang kurang, sebaiknya auditor mundur dari tugas tersebut karena akan ada kemungkinan hasil investigasi tidak maksimal. Dan fraud auditor juga harus paham posisi dan keberadaan auditee (orang yang di audit) sampai seluk beluknya agar tidak goyah dan tidak dibeli oleh sang audit.

Baca Juga Info tentang Akuntansi Diferensial

Kesimpulannya, perbedaan Akuntansi forensik dan audit investigatif adalah Audit mencari tindak kelalaian, sedangkan forensik mencari tindakan komisi. Audit mencari aset yang dilebih-lebihkan dengan liability, namun forensik bekerja seperti detektif dan dengan bayaran yang lebih tinggi. Pada dasarnya audit investigatif lebih banyak dibutuhkan karena setiap perusahaan besar pasti memerlukan audit. Semoga apa yang kami sampaikan memberikan informasi yang bermanfaat bagi anda.

Apabila Saudara Membutuhkan Jasa akuntansi, jasa pembukuan, jasa auditing, atau jasa perpajakan silahkan hubungi kami melalui kotak yang tertera dalam situs www.jasakonsultanakuntansi.com ini di bagian menu atas, kami siap menjadi partnert bisnis yang solid untuk anda.

Leave a Reply