Akuntansi Diferensial: Contoh dan Konsep Pemahamannya

Akuntansi diferensial merupakan jenis akuntansi yang membantu manajemen dalam memilih tindakan terbaik dalam suatu perusahaan. Akuntansi jenis ini menyajikan informasi perusahaan dengan cara yang dimengerti oleh pihak yang belum familiar dengan finansial. Di dalamnya terdapat komponen penting yang perlu Anda pahami yakni, pendapat diferensial, biaya diferensial, penghasilan atau rugi diferensial, analisis diferensial dan contoh soalnya. Semua akan dijelaskan dalam paragraf dibawah ini:

Pengertian Pendapatan Diferensial dan Beban Diferensial

Akuntansi Diferensial

1. Pendapatan Diferensial

Berdasarkan “Akuntansi Keuangan dan Manajerial” pendapatan diferensial di definisikan sebagai antisipasi kenaikan atau penurunan pendapatan yang dihasilkan suatu tindakan yang dibandingkan dengan tindakan alternatif yang sedang dipertimbangkan. Pada dasarnya pendapatan diferensial merupakan perbedaan pendapatan antara berbagai pilihan yang tersedia.

Baca Juga Info tentang Akuntansi Mudharabah

Contohnya,
Perusahaan A memiliki pendapatan perkiraan sebesar Rp 5.000.000 sementara Pilihan B memiliki Rp 6.000.000. Pendapatan diferensialnya sebesar Rp 1.000.000 (Rp 6.000.000-Rp 5.000.000). pendapatan merupakan item variable, karena tidak menjelaskan pengurangan harga yang tidak direncanakan. Selisih ini akan menentukan pilihan perusahaan dari segi manajerial.

2. Biaya Diferensial

Biaya diferensial dalam akuntansi diferensial merupakan selisih biaya antara dua keputusan alternatif. Konsep ini digunakan apabila ada beberapa kemungkinan pilihan untuk dicapai, dan pilihan harus dibuat untuk memilih satu opsi. Biaya alternatif mencakup investasi awal, tambahan tenaga kerja, persediaan atau penelitian yang dibutuhkan untuk menerapkan alternatifnya. Karena biaya diferensial hanya digunakan untuk pengambilan keputusan manajemen, tidak ada entri akuntansi untuk hal ini. Juga tidak ada standar akuntansi yang mewajibkan bagaimana biaya dihitung.

Contohnya,
Perusahaan Maju Lancar mengantisipasi bahwa mesin baru sebagai alternatif perusahaan akan meningkatkan biaya Rp 2.000.000. Kemudian di lain sisi, truk pengantar akan meningkatkan biaya sebesar Rp 1.000.000. Alternatif pertama akan menghasilkan kenaikan biaya sebesar Rp 1.000.000. dapat disimpulkan bahwa biaya diferensialnya adalah Rp 1.000.000.

3. Penghasilan atau Rugi Diferensial

Dengan mengurangi biaya diferensial dari pendapatan diferensial, perusahaan dapat menentukan pendapatan atau kerugian diferensial. Jika pendapatan diferensial dikurangi biaya diferensial menghasilkan angka positif, maka akan memberitahu perusahaan bahwa alternatif tersebut bisa diterapkan. Jika perhitungannya menghasilkan angka negatif, kerugian diferensial ini menandakan pada perusahaan bahwa pilihan alternatif tidak bisa diterapkan.

4. Analisis Diferensial

Dengan menggunakan pendapatan diferensial, biaya diferensial dan perhitungan diferensial pendapatan atau kerugian, perusahaan dapat memutuskan penerapan opsi alternatif. Perusahaan tidaka akn menerapkan alternatif jika kenaikan pendapatan yang diantisipas tidak melebihi biaya yang diantisipasi. Intinya, Anda bisa menuliskan biaya dan pendapapatan dan melihat perbedaan diantara keduanya untuk memilih keputusan alternatif.

5. Contoh Keputusan Alternatif

Jika Anda memiliki keputusan untuk menjalankan operasional perusahaan yang menghasilkan 100.000 item per tahun dengan biaya Rp 200.000.000. Opsi kedua menggunakan tenaga kerja langsung untuk menghasilkan jumlah item secara manual seharga Rp 250.000.000, maka biaya diferensial antara kedua alternatif tersebut adalah Rp 50.000.000. Contoh perubahan output yakni, sebuah pusat kerja dapat menghasilkan 10.000 item seharga Rp 290.000.000 atau 15.000 item seharga Rp 400.000.000. Biaya diferensial tambahan 5.000 item sebesar Rp 110.000.000.

Simak Juga Artikel Tentang Akuntansi Sebagai Sistem Informasi

Sekian informasi mengenai akuntansi diferensial yang sekiranya bisa berguna bagi Anda. Akuntansi diferesial hanya tersedia untuk perusahaan swasta. Perusahaan swasta adalah perusahaan yang tidak menjual saham, obligasi atau hutang lainnya. Selain itu, perusahaan yang diatur oleh pemerintah tidak memenuhi syarat untuk mengubah metode akuntansi menjadi diferensial. Ketika sebuah perusahaan memilih untuk melaporkan keuangannya dengan menggunakan metode akuntansi diferensial, maka perusahaan tersebut harus mengubah catatannya secara surut.

Apabila Saudara Membutuhkan Jasa akuntansi, jasa pembukuan, jasa auditing, atau jasa perpajakan silahkan hubungi kami melalui kotak yang tertera dalam situs www.jasakonsultanakuntansi.com ini di bagian menu atas, kami siap menjadi partnert bisnis yang solid untuk anda.

Leave a Reply